Mungkin ini kisah hidupku yang baru.
Menjadi murid putih abu-abu membuat hidupku lebih mengerti akan betapa bodohnya diriku yang selalu saja memikirkan hal yang tak penting. Sungguh sulit rasanya bagaimana cara agar aku hanya fokus dalam belajar, aku harus bisa membuat nilaiku lebih bagus tiap semester tapi apa daya, tiap semester pun semakin rumit masalah yang ku hadapi.
Entah mengapa kini aku menjadi tidak tahu apa itu sahabat dan apa itu cinta, bersahabat dengan lawan jenis ternyata tak semudah apa yang kubayangkan, aku tidak tahu apakah aku mencintainya atau hanya sekedar sayang padanya karena bersahabat.
Ada banyak pertanyaan dalam benakku tentang apa yang terjadi antara diriku dan dirinya. Apa hanya aku saja yang merasakannya, apakah dia juga memikirkannya? ah,entahlah ini semua hanya bayangan semu. Kami memang bersahabat tapi belum mengenali hati masing - masing.
Aku tak pernah merasakan detak jantungku berdebar ketika di dekatanya,tapi mengapa hatiku perih saat dia bersama yang lain? aku butuh jawaban yang pasti.
Teman-temanku bilang, bahwa aku mencintainya tapi karena terbiasa jantungku tak berdebar lagi. Tapi sebenarnya aku pun ingin tahu apakah dia merasakan hal yang sama?