Senin, 10 November 2014

Moving On

Nah ini dia "moving on" adalah dua kata yang paling Susah dijalani. Disaat suka sama anak sekelas rasanya ada suka maupun duka.

Sukanya adalah ketemu dia terus liat dia terus liat apa aja yang dia lakuin mulai dari hal yang terlihat cool sampe yang terlihat mengiyuhkan, bisa ngobrol kapan saja sepanjang waktu sekolah bisa modus spik kode apapin itu, sebagai penyemangat salah satunya nih harus bisa pelajaran yang dia bisa atau lebih pintar dari dia biar dia belajar sama kita.

Dukanya.. nah ini yang paling menyedihkan, kalau dia lebih dekat sama cewe/cowo lain, kita tau dia suka sama orang lain apalagi kalau orang yang dimaksud adalah teman kelas sendiri uh sakit, dan yang paling menyakitkan adalah PHP oke mungkin kebanyakan orang bilang "kamunya aja yang kegeeran" so what gitu yang mulai siapa kan dia yang beri perhatian perhatian kecil sampai setumbukan rayuan siapa yang gak luluh kalau dia buat senang terus sama orang yang kita suka?

Move on yang biasanya dilakuin:
1. Engga berhubungan sama dia lagi (ganti nomor hape,block semua akunnya yang berteman sama kita)
2. Cari gebetan baru, cara yang ini bakal lebih ampuh kalau kita jadian sama gebetan baru tersebut
3. Ga Bertemu dengannya lagi ini cara yang paling gampang kalau beda sekolah atau ldr gitulah
4. Ga ngiraukan dia, sumpah ini cara terlihat gempil sekali di dunia fiksi, kenyataannya malah kepikiran sampai terbawa mimpi
5. Buat jarak yang jauh dari dia, fail banget kalo ceritanya kamu duduk sebelahan sama dia di kelas mau ujung ke ujung tetap aja bakal lirik-lirik dikit.

Jadi, yang mana yang pas buat kamu yang suka sama anak kelas dan mau segera move on? Jawabannya adalah cari pacar. Bagaimana dengan orang yang gabisa punya pacar? Jawabnnya ga ada. Rasakan aja dulu penderitaan sampai kau bosan merasakannya. Gak gitu juga sih ya pasti ada cara lain dan aku gatau.. yaiyalah kalau Aku tau pasti gabakala galau merana begini..

Minggu, 24 Agustus 2014

There is Something About Us

Mungkin ini kisah hidupku yang baru.
Menjadi murid putih abu-abu membuat hidupku lebih mengerti akan betapa bodohnya diriku yang selalu saja memikirkan hal yang tak penting. Sungguh sulit rasanya bagaimana cara agar aku hanya fokus dalam belajar, aku harus bisa membuat nilaiku lebih bagus tiap semester tapi apa daya, tiap semester pun semakin rumit masalah yang ku hadapi. 
Entah mengapa kini aku menjadi tidak tahu apa itu sahabat dan apa itu cinta, bersahabat dengan lawan jenis ternyata tak semudah apa yang kubayangkan, aku tidak tahu apakah aku mencintainya atau hanya sekedar sayang padanya karena bersahabat. 
Ada banyak pertanyaan dalam benakku tentang apa yang terjadi antara diriku dan dirinya. Apa hanya aku saja yang merasakannya, apakah dia juga memikirkannya? ah,entahlah ini semua hanya bayangan semu. Kami memang bersahabat tapi belum mengenali hati masing - masing. 
Aku tak pernah merasakan detak jantungku berdebar ketika di dekatanya,tapi mengapa hatiku perih saat dia bersama yang lain? aku butuh jawaban yang pasti.
Teman-temanku bilang, bahwa aku mencintainya tapi karena terbiasa jantungku tak berdebar lagi. Tapi sebenarnya aku pun ingin tahu apakah dia merasakan hal yang sama?